PENGARUH TERAPI PERASAN JERUK NIPIS DAN MADU TERHADAP PENDERITA HIPERKOLESTROLEMIA PADA IBU RUMAHTANGGA DI DESA TUNAS JAYA

Penulis

  • Andi Nuraina Sudirman Universitas Muhammadiyah Gorontalo Penulis
  • Inne Ariane Gobel Universitas Muhammadiyah Gorontalo Penulis
  • Puput Kristian Bolilio Universitas Muhammadiyah Gorontalo Penulis
  • Puput Kristian Bolilio Universitas Muhammadiyah Gorontalo Penulis

DOI:

https://doi.org/10.35270/cra17f78

Kata Kunci:

Jeruk, Kolestrol, Madu

Abstrak

Latar belakang: Hiperkolestrolemia merupakan kondisi yang ditandai dengan meningkatnya kadar lemak darah, salah satunya dengan meningkatnya nilai kolestreol yang melebihi batas normal, dimana kadar kolesterol total yang normal dalam plasma orang dewasa adalah sebesar 120-200 mg/dl (Setianingrum, Lidia, Riwu, & Hapsoro, 2024). Tatalaksana hiperkolestrolemia saat ini dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah dapat menggunakan obat, yang biasanya banyak digunakan dan diberikan pada penderita hiperkolestrolemia yaitu simvastatin. Namun, obat ini tentu memiliki efek samping, maka dari itu untuk menurunkan efek samoling yang dapat dialamu oleh penderita hiperkolestrolemia telah dikembangkan metode non farmakologis yang sudah terbukti dan efektif menurunkan kadar kolesterol yang tinggi (P. Utami, Mayangsari, & Ferlania, 2024). Air perasan jeruk nipis dapat dikombinasikan dengan madu, dimana madu tidak memiliki kandungan lemak jenuh yang tidak menambah kadar kolesterol LDL di dalam tubuh dan mempunyai komposisi utama ditambah dengan beberapa makronutrien dan mikronutrien lainnya.

Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimen dengan one grop pre post test desain. Penelitian ini dilaksanakan di Tunas Jaya, Kecamatan Bonepantai dan penelitian ini dilakukan pada bulan februari 2025. Populasi pada penelitian adalah semua penderita hiperkolestrolemia yang berjumlah 28 orang dengan jumlah sempel sebesar 21 orang. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan purposive sampling dengan melihat kriteria inklusi dan eksklusi.

Hasil: Kadar kolesterol sebelum pemberian terapi perasan jeruk nipis dan madu mayoritas tinggi sebanyak 14 responden (66.7%) pada ibu rumah tangga penderita hiperkolesterolemia di Desa Tunas Jaya. Kadar kolesterol sesudah pemberian terapi perasan jeruk nipis dan madu mayoritas ambang batas sebanyak 14 responden (66.7%) pada ibu rumah tangga penderita hiperkolesterolemia di Desa Tunas Jaya.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi perasan jeruk nipis dan madu terhadap penderita hiperkolesterolemia pada ibu rumah tangga di Desa Tunas Jaya dengan p-value 0.000

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-19