PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTISME DI SLB NEGERI KOTA GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.35270/vp9a0185Keywords:
Terapi bermain, Interaksi sosial, Anak Autisme, LegoAbstract
Latar belakang: Anak autisme mengalami kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial. Salah satu intervensi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan ini adalah terapi bermain, khususnya menggunakan lego sebagai media.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap interaksi sosial anak autisme di SLB Negeri Kota Gorontalo.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 15 anak autisme di SLB Negeri Kota Gorontalo, usia 7–10 tahun, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa terapi bermain lego diberikan selama 3 sesi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi berdasarkan tiga indikator interaksi sosial.
Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam interaksi sosial anak autisme bahwa pada pre test telah didapatkan nilai rata-rata 1.80 dengan standar deviasi 0.414 pada post test telah didapatkan nilai rata-rata 1.07 dengan standar deviasi 0.285. Hasil uji statistic Wilcoxon diperoleh p-value 0.001 (<α 0.05).
Kesimpulan: Terapi bermain lego efektif dalam meningkatkan interaksi sosial anak autisme. Intervensi ini dapat menjadi salah satu strategi non-farmakologis dalam meningkatkan keterampilan sosial anak dengan gangguan spektrum autisme.




