PENERAPAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGNPORSTATIC HYPERPLASIA DI RSUD DR.R. SOEDJATISOEMODIARDJO PURWODADI
DOI:
https://doi.org/10.35270/e18wk347Keywords:
Benign Prostatic Hyperplasia, Nyeri AkutAbstract
Latar Belakang: Hiperplasia Prostat Jinak (BPH) merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat seiring bertambahnya usia. Secara global, jumlah penderita BPH telah melampaui 2,4 juta orang, dan di Indonesia diperkirakan mencapai 9,2 juta kasus, terutama pada pria berusia di atas 60 tahun. Jawa Tengah merupakan provinsi dengan jumlah kasus tertinggi, dengan Kabupaten Grobogan mencatat prevalensi sebesar 66,33% dari total kasus di provinsi tersebut. Berdasarkan data dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, terdapat 23 kasus BPH pada tahun 2024.
Metode penelitian: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan pada pasien pasca operasi BPH yang mengalami nyeri akut di RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.
Hasil: Setelah dilakukan perawatan keperawatan selama 3 hari, pasien dengan nyeri akut pasca operasi BPH menunjukkan penurunan nyeri dari skala 6 menjadi 2 setelah dilakukan teknik relaksasi Benson, dan selanjutnya diperbolehkan pulang.
Kesimpulan: Teknik relaksasi Benson efektif dalam mengurangi intensitas nyeri akut pada pasien pasca operasi BPH jinak




