PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK BOWLLING BALLON TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DYSPNEA DIRUANGAN IGD RSUD. PROF. DR. HI. ALOEI SABOEKOTA GORONTALO

Penulis

  • Pipin Yunus Universitas Muhammadiyah Gorontalo Penulis
  • Widitha Indah Prasitika Kadjim Universitas Muhammadiyah Gorontalo Penulis

DOI:

https://doi.org/10.35270/cpbchh39

Kata Kunci:

Bowlling Ballon, Dyspnea, napas

Abstrak

Latar belakang: Respirasi merupakan proses pertukaran gas dalam paru. Oksigen berdifusi kedalam darah dan pada saat yang sama karbon dioksida dikeluarkan dari darah. Udara dialirkan melalui unit pertukaran gas melalui jalan napas. Dyspnea atau sering disebut sebagai sesak napas adalah sebuah sensasi subjektif dari pernapasan yang tidak normal seperti sensasi bernapas dengan intesitas yang berbeda-beda. Gejala umum dyspnea mempengaruhi manifestasi penyakit pernapasan, jantung, neuromuscular, psikogenik, sistemik, atau kombinasi dari semuanya. Dalam penatalaksaan pada pasein yang mengalami gangguan sistem pernapasan dengan gejala sesak napas (Dyspnea) melibatkan terapi non farmakalogi juga mengendalikan beberapa terapi non farmakologi salah satunya adalah teknik bowling ballon. Teknik blowing ballon berguna untuk mencegah terjadinya sesak napas dan kelemahan oksigen yang masuk ke dalam tubuh menyediakan energy untuk sel dan otot dengan mengeluarkan karbondioksida.

Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperimen semu dengan one grop pre post test desain. Penelitian ini dilaksanakan diruangan IGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Populasi pada penelitian adalah pasien yang mengalami dyspnea. Dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan purposive sampling dengan melihat kriteria inklusi dan eksklusi.

Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dari 13 responden Saturasi oksigen sebelum dilakukan intervensi Teknik Bowlling Ballon  memiliki nilai rata-rata 1,23 yang berarti tingkat saturasinya mengalami penurunan yang disebabkan sesak napas. Berdasarkan hasil penelitian dari 13 respondent Saturasi oksigen sesudah dilakukan intervensi Teknik Bowlling Ballon  memiliki nilai rata-rata 1,92 yang berarti tingkat saturasinya mengalami peningkatan

Kesimpulan: Hasil analisis paired t-test antara nilai sebelum dan sesudah dilakukan Pemberian Teknik Bowlling Ballon memiliki p-value = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh Teknik Blowing Ballon Terhadap peningkatan Saturasi oksigen Pada Pasien Dypsnea diruangan IGD Di RSUD Prof. Dr. Hi. Aloei Saboe Kota Gorontalo

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-19