HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK SEKOLAH SD NEGERI 2 DEPOK
DOI:
https://doi.org/10.35270/0cg80j75Kata Kunci:
anak sekolah, kemandirian, personal hygiene, pola asuhAbstrak
Latar Belakang: Pola asuh orang tua merupakan faktor penting yang memengaruhi tingkat kemandirian anak, termasuk dalam hal kebersihan pribadi (personal hygiene). Anak-anak usia sekolah memerlukan bimbingan yang tepat agar mampu menjaga kebersihan diri secara mandiri. Berdasarkan studi pendahuluan di SD Negeri 2 Depok pada siswa kelas 2 dan 3, ditemukan bahwa sebagian besar anak masih bergantung pada orang tua dan guru dalam menjaga kebersihan dirinya. Orang tua dan guru masih memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku personal hygiene anak. Terdapat variasi gaya pengasuhan di antara orang tua, termasuk pola otoriter, permisif, dan demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan 66 responden siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 2 Depok. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak, dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05). Nilai koefisien korelasi +0,660 menunjukkan hubungan yang kuat dan berpola positif. Pola asuh demokratis (36,4%) menjadi tipe terbanyak, diikuti permisif (34,8%) dan otoriter (28,8%). Tingkat kemandirian anak terbanyak berada pada kategori kurang mandiri (48,5%).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene pada anak di SD Negeri 2 Depok. Pola asuh demokratis cenderung menghasilkan tingkat kemandirian yang lebih baik dibandingkan pola otoriter dan permisif.




